Seluruh tanaman AMAN Terjamin Air + Nutrisi dengan Sprinkler System

Seluruh tanaman AMAN Terjamin Air + Nutrisi dengan Sprinkler System

Dalam sistem irigasi biasa, kurang dari 40% air yang digunakan untuk irigasi digunakan untuk tanaman, dan sisanya hanya terbuang percuma. Dengan menggunakan sistem irigasi sprinkler dapat menghemat 60% lebih air dibandingkan dengan metode irigasi. Air merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas dari tanaman. Irigasi merupakan cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas dari tanaman. Salah satu cara irigasi moderen adalah dengan menggunakan sistem irigasi sprinkle. Cara ini sangat populer di seluruh negara maju di dunia.

Sistem irigasi sprinkle ini pada dasarnya menggunakan air yang bertekanan dan keluar melalu perangkat yang disebut sebagai penyiram (sprinkler). Penyiram (sprinkler) biasanya terletak pada pipa yang disebut lateral. Air disemprotkan ke udara dan kemudian jatuh masuk ke dalam tanah, menyirami tanaman yang ada di sekitarnya.

Sistem irigasi sprinkler menggunakan sistem penyemprotan air seperti curah hujan alami. Tekanan air disalurkan kemudian dikeluarkan melalui nozzle yang kemudian memecahkan air sehingga keluar seperti titik-titik air hujan. Tekanan air berasal dari pompa yang mendorong air melalui pipa kemudian keluar melalui nozzle. Nozzle selain berfungsi sebagai pemecah air, juga dapat digunakan untuk mengatur tekanan jarak dan banyak sedikitnya air yang keluar.

Komponen dalam sistem irigasi sprinkler ini meliputi sumber air, baik dari sumber air yang terbuka (misalnya, sungai, kolam, danau, waduk, dll) maupun yang berasal dari tempat tampungan air (misalnya tandon air, ground tank, sumur, dll). Unit untuk mendorong air sehingga menghasilkan air yang bertekanan untuk kemudian disalurkan melalui pipa dan keluar melalui nozzle (misalnya pompa). Terakhir adalah sprinkler, yang merupakan komponen utama, meliputi pipa lateral, pipa riser, dan penyiram (nozzle).

Berikut ini adalah beberapa aksesoris tambahan yang biasa digunakan pada sistem irigasi sprinkle:

1. Reducer

2. Elbow

3. End plug Tee

4. Regulator and Gauge

5. Valve (solenoid, Motorized, dll)

6. Filter

Umumnya sistem irigasi sprinkler ini sering digunakan pada tanah normal, maupun tanah dangkal. Cocok juga untuk medan yang berpasir, medan yang bergeombang, hingga banyak diadopsi untuk pengairan di daerah perbukitan. Untuk penanaman ladang cocok untuk semua jenis ladang / kebun, namun tidak cocok digunakan untuk tanaman padi (sawah) dan juga jerami. Untuk perkebunan seperti kebun tanaman kering, sayuran, tanaman berbunga, kebun teh dan kopi, sangat cocok dan dapat mengadopsi sistem irigasi sprinkler ini.

Sumber : http://greenartindonesia.co.id/content/blog/sistem_irigasi_sprinkle#sthash.53LJSp1A.dpuf

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X